Padang, PilarbangsaNews
Mobilitas pendidikan lintas negara tidak hanya membutuhkan kesiapan akademik, tetapi juga dukungan layanan keuangan yang praktis dan mudah diakses.
Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jambi akan mengikuti program study exchange ke Kuala Lumpur, Malaysia, memanfaatkan layanan penukaran Ringgit Malaysia di Lapau Pitih Internasional, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sebagai bagian dari persiapan keberangkatan mereka.
Aktivitas ini menegaskan pentingnya ketersediaan layanan valuta asing dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus mempermudah kebutuhan transaksi mahasiswa selama berada di luar negeri.
Di tengah meningkatnya mobilitas akademik antarnegara, akses penukaran mata uang yang strategis di bandara menjadi salah satu fasilitas pendukung perjalanan internasional yang bernilai praktis.
Direktur Utama PT Equator Valuta Asing, Dr. HM Herry Zulman, M.Sc., SE., Akt., menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dukungan layanan valuta asing bagi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran internasional merupakan bagian dari upaya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat membutuhkan mata uang asing untuk kepentingan pendidikan, bisnis, maupun perjalanan lainnya.
Lapau Pitih Internasional BIM hadir sebagai salah satu titik layanan penukaran valuta asing yang mudah dijangkau penumpang di bandara. Kehadiran layanan ini memberikan alternatif bagi mahasiswa dan pelaku perjalanan internasional untuk mempersiapkan kebutuhan mata uang sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan.
Manager Lapau Pitih Internasional BIM, Akmal Amin, A.Md., bersama tim berkomitmen memberikan pelayanan penukaran valuta asing secara profesional, dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan serta ketersediaan mata uang.
Partisipasi 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jambi ini menjadi gambaran konkret bagaimana layanan keuangan pendukung perjalanan dapat berkontribusi terhadap kelancaran mobilitas akademik lintas negara.
“Sinergi antara kebutuhan pendidikan internasional dan akses layanan valuta asing diharapkan semakin memudahkan mahasiswa Indonesia dalam mempersiapkan perjalanan akademik ke luar negeri,” ujarnya. (Zul)



















