Padang, PilarbangsaNews
Perubahan platform media dan perkembangan pola konsumsi informasi menjadi tantangan bagi dunia jurnalistik. Namun, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Herik Kurniawan, menegaskan jurnalisme akan tetap bertahan selama masyarakat membutuhkan informasi. Baginya, perubahan zaman tidak boleh menggeser keberpihakan jurnalis terhadap kebenaran publik.
Pesan tersebut disampaikan Herik dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V IJTI Pengurus Daerah Sumatera Barat (Pengda Sumbar) yang berlangsung di Kota Padang pada 23–25 Oktober 2026. Kegiatan mengusung tema “Menembus Batas Bencana, Membuka Mata Dunia”.
Dalam kesempatan itu, Herik menyoroti tantangan keberlanjutan jurnalisme di tengah perubahan teknologi dan platform penyebaran berita. Ia menilai perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, sehingga insan pers perlu memikirkan cara mempertahankan keberadaan dan fungsi jurnalistik.
“Jurnalisme tak akan mati, selama orang masih menggosip, berita itu akan terus ada, namun cuma platform-nya seperti apa, itu yang kita fikirkan bersama,” katanya, Sabtu (24/10/2026) siang.
Menurut Herik, perubahan dalam dunia jurnalistik harus diikuti tanpa mengorbankan prinsip dasar profesi. Ia menegaskan keberpihakan terhadap kebenaran publik merupakan landasan yang tidak boleh ditawar, apa pun bentuk media yang digunakan untuk menyampaikan informasi.
“Perubahan itu sudah pasti dan harus diikuti, kecuali satu, keberpihakan ke kebenaran publik itu sudah dasar, tidak bisa ditawar dan tak bisa diapa-apakan lagi,” katanya.
Pergeseran platform media, katanya, tidak menghapus kewajiban untuk mempertahankan kebenaran sebagai pijakan dalam menghasilkan karya jurnalistik.
Selain membahas masa depan jurnalisme, Herik menekankan pentingnya regenerasi dalam organisasi profesi. Musda menjadi ruang bagi anggota untuk memperkuat hubungan antarsesama jurnalis sekaligus mempersiapkan kepemimpinan berikutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua IJTI Pengda Sumbar, Defri Mulyadi, yang telah memimpin organisasi tersebut selama empat tahun terakhir. Herik turut mengapresiasi kerja keras panitia yang menyiapkan pelaksanaan Musda V.
“Kami berterima kasih kepada saudara Defri ‘Imung’ Mulyadi atas kepemimpinannya selama empat tahun belakangan ini, terima kasih juga atas kerja keras panitia pelaksana,” ucap Herik.
Herik menyebut Musda sebagai kesempatan yang tidak hanya berkaitan dengan agenda organisasi, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, terutama jurnalis, pelajar, dan mahasiswa.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat dibagikan lebih luas sehingga memberikan manfaat di luar lingkungan organisasi.
“Yang paling penting dari semua ini bisa memberikan manfaat ke semua pihak, khususnya jurnalis dan menularkan ilmunya ke pelajar dan mahasiswa,” kata Anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kemerdekaan bersuara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan dunia pers. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dijaga.
“Di tengah kesulitan saat sekarang ini, menjaga kemerdekaan bersuara seluar biasa mungkin, karena paling tidak selemah-lemahnya iman adalah paling tidak diam,” katanya.
Dalam pandangannya, IJTI memiliki tanggung jawab untuk menjaga nalar publik. Fungsi organisasi profesi tersebut tidak sebatas menaungi para jurnalis televisi, tetapi juga memastikan kerja jurnalistik tetap berperan dalam kehidupan masyarakat. “Fungsi IJTI adalah tetap menjaga nalar publik, menjaga nalar kita,” kata Herik.
Ia menilai tantangan ke depan akan semakin besar. Karena itu, Herik mengingatkan pentingnya menghormati kearifan lokal di setiap daerah sebagai bagian dari konteks yang perlu dipahami dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Herik turut menyinggung kekuatan IJTI Pengda Sumbar yang dinilainya memiliki jumlah anggota besar. Ia menyebut terdapat 65 anggota IJTI di Sumatera Barat, sedangkan IJTI di tingkat pusat memiliki 40 anggota.
“Sumbar solid sekali, anggota IJTI di sini banyak, 65 orang, sementara kami di pusat saja 40 orang. Artinya, teman-teman di daerah itu adalah backbone dan kekuatan,” kata Pemimpin Redaksi (Pemred) RCTI dan GTV tersebut.
Keberadaan anggota di daerah, katanya, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memperkuat pelaksanaan fungsi jurnalistik di berbagai wilayah.
Ketua IJTI Pengda Sumbar, Defri Mulyadi, mengatakan pelaksanaan Musda V kali ini berlangsung beriringan dengan kegiatan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bersama tersebut.
“Kegiatan Musda kali ini berbarengan dengan kegiatan KPID Sumbar. Kami mengapresiasi kepada Panitia Pelaksana. Dan ini sebagai bentui menghargai dan kebersamaan. Kami berharap pelaksanaan Musda ini bisa berjalan lancar,” katanya.
Salah satu kegiatan yang digelar bersama KPID Sumbar adalah Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), yang ditujukan untuk memperkuat pemahaman jurnalis televisi mengenai ketentuan penyiaran.
Anggota KPID Sumbar, Nofal Wiska, menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis televisi yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen KPID Sumbar untuk terus melaksanakan Sekolah P3SPS.
“Atas nama KPID Sumbar mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kehadiran rekan-rekan jurnalis televisi. Kami akan tetap berkomitmen untuk melaksanakan Sekolah P3SPS, khususnya bagi jurnalis televisi, itu tak lain adalah semangat dari jurnalis menghasilkan tayangan yang sehat juga dan akhirnya masyarakat menikmati siaran-siaran berkualitas,” imbuh Nofal.
Musda V IJTI Pengda Sumbar berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 23 hingga 25 Oktober 2026. Selain menjadi forum organisasi untuk menentukan kepemimpinan berikutnya, rangkaian kegiatan juga mencakup talkshow kebencanaan, pemberian penghargaan kepada tokoh atau lembaga inspiratif dan jurnalis kebencanaan, serta kegiatan yang melibatkan unsur kesenian tradisional Minangkabau.
Ketua Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Wahyudi Agus, menyampaikan apresiasi atas dukungan KPID Sumbar dalam pelaksanaan kegiatan bersama, termasuk penyelenggaraan Sekolah P3SPS.
“Rangkaian kegiatan juga diisi talkshow mengenai kebencanaan dan peran berbagai pihak dalam penanganan maupun pemulihan setelah bencana,” katanya.
Selain agenda diskusi dan kegiatan organisasi, panitia menyiapkan hiburan yang mengangkat kesenian Minangkabau. Ia menyebut acara ditutup dengan permainan dendang lagu KIM.
Musda V IJTI Sumbar mempertemukan agenda regenerasi organisasi dengan pembahasan mengenai tanggung jawab jurnalis televisi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait kebencanaan. (Rel)


















