Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Pasaman pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026. Kali ini, cabang olahraga (Cabor) tinju tampil impresif dengan mempersembahkan dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Empat medali tersebut menjadi bukti semangat juang, kerja keras, serta kesungguhan para petinju Pasaman dalam menghadapi ketatnya persaingan di atas ring.
Dua medali emas berhasil dipersembahkan oleh Syaiff Rizky Alqhalik tampil gemilang di kelas 54 kilogram dan Hayatullah Rafsanjani sukses menjadi terbaik di kelas 67 kilogram.
Keduanya berhasil mengukir prestasi tertinggi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Pasaman di panggung olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Tak kalah membanggakan, Hawwa Keysa Zahra turut menyumbangkan medali perak pada kelas 60 kilogram, sedangkan Adil Rusdi berhasil mengamankan medali perunggu di kelas 51 kilogram.
Empat medali dari cabang tinju ini menjadi sumbangan berarti bagi kontingen Pasaman dalam perburuan prestasi di Porprov Sumbar XVI 2026.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa atlet-atlet Pasaman memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Ketua Umum Cabang Olahraga Tinju Kabupaten Pasaman, Silfia Evayanti, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat dan dedikasi.
Menurut Silfia, keberhasilan meraih dua medali emas bukanlah hasil yang datang secara instan. Prestasi tersebut merupakan buah dari latihan yang disiplin, persiapan yang matang, mental bertanding yang kuat, serta dukungan tim pelatih dan doa masyarakat Kabupaten Pasaman.
“Alhamdulillah, perjuangan keras para atlet bersama tim pelatih membuahkan hasil yang membanggakan. Medali emas ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan doa seluruh masyarakat Kabupaten Pasaman,” ujar Silfia.
Ia berharap capaian tersebut menjadi penyemangat bagi para petinju untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kemampuan teknik dan fisik, serta mempertahankan semangat pantang menyerah dalam setiap pertandingan.
Bagi Silfia, keberhasilan di Porprov bukan sekadar persoalan jumlah medali diraih, tetapi juga menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan pembinaan olahraga tinju di Kabupaten Pasaman.
Prestasi yang telah dicapai harus menjadi pijakan untuk membangun kekuatan yang lebih besar pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Karena itu, pembinaan atlet secara berkelanjutan perlu terus diperkuat, mulai dari penjaringan petinju muda berbakat, peningkatan intensitas latihan, hingga pemberian kesempatan mengikuti berbagai kompetisi. Dengan langkah tersebut, diharapkan semakin banyak atlet potensial yang mampu mengikuti jejak para peraih medali di Porprov kali ini.
Dalam perjuangan menghadapi Porprov Sumbar XVI 2026, para petinju Pasaman mendapat pendampingan dari Kepala Pelatih Tinju Pasaman, Taslindo, bersama asisten pelatih Jacky Akiando.
Sinergi antara atlet dan tim pelatih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kemampuan, strategi, serta mental bertanding agar para petinju mampu tampil maksimal.
Raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga Kabupaten Pasaman. Di balik setiap medali, terdapat kerja keras, kedisiplinan, pengorbanan, dan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerah.
Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, melainkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat pembinaan tinju di Kabupaten Pasaman. Dengan dukungan pemerintah daerah, insan olahraga, pelatih, dan masyarakat, para petinju Pasaman diharapkan mampu melangkah lebih jauh serta mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional.
Dua emas telah berbicara, perjuangan belum berakhir, dari atas ring, para petinju Pasaman membuktikan bahwa semangat juang dan kerja keras mampu mengangkat nama daerah ke podium kehormatan. (Zul)



















