Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Pasaman pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 langsung mengukir sejarah.
Untuk pertama kalinya tampil di ajang Porprov Sumbar, Perpani Pasaman berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Kabupaten Pasaman melalui nomor Divisi Nasional Mixed Team.
Medali tersebut diraih setelah tim panahan Pasaman tampil kompetitif di Lapangan Panahan Semen Padang, Indarung, Kota Padang, Sabtu (4/10/2026).
Dalam persaingan ketat, Pasaman mampu mengamankan posisi ketiga setelah bersaing dengan sejumlah kontingen kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Pada Porprov Sumbar XVI ini, Perpani Pasaman menurunkan tiga atlet, yakni Nadira dan Rafka Afzali pada Divisi Nasional serta Muhammad Izzatul Haq pada Divisi Recurve.
Pada nomor Divisi Nasional Individu yang berlangsung 2 Oktober 2026, Nadira finis di peringkat kesembilan, sementara Rafka Afzali menempati posisi ke-13.
Sementara itu, Muhammad Izzatul Haq yang turun pada Divisi Recurve Individu juga berhasil menempati peringkat kesembilan. Ia bahkan mampu melaju hingga babak aduan delapan besar sebelum akhirnya langkahnya terhenti.
Namun, perjuangan para pemanah Pasaman belum berakhir. Peluang tersebut kemudian dimaksimalkan melalui nomor Divisi Nasional Mixed Team.
Hasilnya, Pasaman berhasil mengamankan medali perunggu. Medali emas diraih Kota Payakumbuh, sedangkan medali perak menjadi milik Kota Padang.
Debut yang Langsung Berbuah Medali
Coach sekaligus pelatih Perpani Pasaman, Deddy Erwanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan persiapan yang dilakukan secara konsisten sebelum menghadapi Porprov Sumbar XVI.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali pada penampilan perdana menjadi modal penting bagi perkembangan olahraga panahan di Kabupaten Pasaman.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Perpani Pasaman sekaligus Ketua Bidang Hukum Perpani Provinsi Sumatera Barat, Nosrial.
Ia menilai keikutsertaan Perpani Pasaman dalam Porprov bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat provinsi.
Panahan membutuhkan penguasaan teknik sekaligus konsentrasi, ketenangan, akurasi dan konsistensi. Kesalahan kecil dalam menentukan arah bidikan maupun menjaga konsentrasi dapat memengaruhi perolehan skor. Karena itu, setiap pertandingan membutuhkan kesiapan fisik sekaligus mental.
Nosrial menyebut Porprov Sumbar XVI diikuti ratusan atlet dari 14 kabupaten dan kota, dengan 28 nomor pertandingan pada cabang olahraga panahan.
“Ini merupakan sejarah baru bagi Perpani Pasaman. Untuk pertama kalinya kita mengikuti Porprov Sumbar dan berhasil meraih medali. Ini juga menjadi medali pertama bagi kontingen Kabupaten Pasaman pada Porprov Sumatera Barat XVI tahun 2026.
Hadiah Istimewa untuk Pasaman
Ketua Umum Perpani Pasaman juga Bupati Pasaman, Welly Suhery, S.T., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet.
“Alhamdulillah, kita bersyukur atas pencapaian yang diraih atlet panahan Pasaman pada Porprov kali ini. Hal ini tidak terlepas dari kedisiplinan dan kontinuitas dalam berlatih selama ini,” ungkap Bupati Welly.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan prestasi.
Lebih dari sekadar medali, prestasi tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan panahan Pasaman yang baru pertama kali ambil bagian dalam Porprov Sumbar.
Ini merupakan hadiah terbaik dari cabang olahraga panahan untuk Kabupaten Pasaman,” ujarnya.
Medali perunggu tersebut sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi Perpani Pasaman untuk terus memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas latihan dan memperbanyak pengalaman bertanding.
Debut telah dicatat dengan medali. Kini, Perpani Pasaman memiliki pijakan baru untuk membangun prestasi lebih besar pada ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional. (Zul)

















