Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Perkuat perencanaan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus memperkuat tata kelola data sektoral melalui Bimbingan Teknis (Bintek Satu Data Pessel) yang digelar di Aula Baperidda Sago, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pesisir Selatan, Hadi Susilo, SSTP., M.Si.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kominfotik Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Statistik, Eko Faishal, S.Kom., MM, Kepala Dinas Kominfo Pessel beserta jajaran, Kepala BPS Pessel.
Adapun narasumber dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Epaldi Bahar, para kepala OPD, sekretaris dan fungsional perencana, operator data serta undangan lainnya.
Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Kominfo Pessel, Irwan Fahlifi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bintek Satu Data merupakan agenda yang rutin dilaksanakan untuk memperbarui data sektoral.
Disampaikan, kegiatan ini dilakukan agar data yang tersedia selalu diperbarui dan menjadi data terbaru yang dapat digunakan dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Statistik Diskominfotik Sumbar, Eko Faishal, menekankan pentingnya setiap OPD melakukan penginputan data sektoral ke dalam aplikasi SIPD, khususnya pada fitur e-Walidata.
Menurutnya, penginputan data tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan informasi, tetapi juga menjadi salah satu prasyarat agar menu subkegiatan dapat muncul pada tahun berikutnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hadi Susilo, meminta seluruh operator data di lingkungan Pemkab Pessel agar serius dan teliti dalam melakukan penginputan.
Ia menegaskan, data yang dihasilkan pemerintah daerah harus memiliki kualitas dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga benar-benar bisa menjadi rujukan dalam mengambil kebijakan.
“Operator harus serius memasukkan data. Jangan sampai data yang kita miliki tidak akurat, karena data inilah yang nantinya menjadi rujukan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan daerah,” tegasnya.
Narasumber Bintek, Epaldi Bahar, menyoroti pentingnya kesatuan data yang terpadu antarlembaga. Menurutnya, perbedaan data sektoral dapat menimbulkan persoalan dan membingungkan pengambil kebijakan.
Mantan Ketua KPU Pesisir Selatan periode 2014-2024 itu mencontohkan, pernah terdapat dua angka berbeda terkait jumlah penduduk Pesisir Selatan, yakni data BPS dan data Dukcapil.
Perbedaan tersebut, kata Epaldi, bukan sekadar persoalan angka, tetapi dapat berdampak terhadap kebijakan daerah, termasuk berkaitan dengan penentuan jumlah kursi DPRD.
“Kalau data sektoral berbeda-beda, tentu akan membingungkan pengambil kebijakan. Karena itu, satu data sangat urgen dalam perencanaan pembangunan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pada dasarnya merupakan proses perencanaan yang hasil akhirnya hanya akan bermuara pada dua kemungkinan, yakni berhasil atau gagal.
“Perencanaan pembangunan menghasilkan dua saja, berhasil atau gagal. Keberhasilan dan kegagalan itu sangat ditentukan oleh perencanaan yang sempurna. Dan perencanaan yang baik tentu membutuhkan data yang baik,” ujarnya.
Melalui Bintek Satu Data tersebut, Pemkab Pessel diharapkan mampu membangun kesamaan persepsi sekaligus meningkatkan kualitas, akurasi, keterbaruan dan keterpaduan data sektoral.
Dengan demikian, data tidak hanya menjadi angka dan dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan Pesisir Selatan yang tepat sasaran, terukur dan berkelanjutan. (ori)















