Web Hosting
Web Hosting
Berita

Febby Dt Bangso Kayo Minta Bupati Rangkul Ninik Mamak, Dorong Dialog Soal Pembangunan Tol Tanah Datar

19
×

Febby Dt Bangso Kayo Minta Bupati Rangkul Ninik Mamak, Dorong Dialog Soal Pembangunan Tol Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

Tanah Datar, PilarbangsaNews

Ketua Harian DPD Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) Sumatera Barat, Dr. H. Febby Dt Bangso Kayo, SH, S.ST.Par., M.Par., mengajak ninik mamak di Luhak Nan Tuo Tanah Datar untuk tidak terburu-buru menolak rencana pembangunan jalan tol. Menurutnya, proyek tersebut merupakan peluang strategis untuk mempercepat kemajuan Kabupaten Tanah Datar.

 

 

Febby menilai momentum pembangunan jalan tol harus dimanfaatkan agar Tanah Datar memiliki nilai tawar yang lebih besar dalam memperoleh dukungan pembangunan dari pemerintah pusat.

 

“Kesempatan baik jarang datang dua kali. Karena itu, ninik mamak perlu melihat pembangunan jalan tol secara jernih dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Febby kepada wartawan pada Selasa (21/7/2026).

 

Ia juga meminta Bupati Tanah Datar turun langsung menemui dan merangkul ninik mamak melalui dialog yang terbuka. Menurutnya, pendekatan musyawarah menjadi kunci agar seluruh pihak dapat menyampaikan harapan dan kekhawatirannya terhadap rencana pembangunan tersebut.

 

“Bupati harus turun gunung, merangkul ninik mamak, baiyo iyo, saling mendengar. Jangan sampai muncul kesan keputusan diambil tanpa melibatkan para pemangku adat,” katanya.

 

Febby menegaskan pembangunan jalan tol harus disertai komunikasi yang baik sehingga masyarakat adat memperoleh penjelasan mengenai manfaat serta dampak pembangunan. Ia menilai sektor pertanian, peternakan, hingga pariwisata di Tanah Datar masih membutuhkan dukungan infrastruktur agar mampu berkembang dari hulu hingga hilir.

 

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu melibatkan tokoh-tokoh perantau untuk bersama-sama mendukung percepatan pembangunan yang dibiayai melalui APBN.

 

“Jika daerah lain menolak, Tanah Datar justru harus mampu mengambil peluang tersebut. Tugas pemerintah daerah adalah mengakselerasi setiap peluang pembangunan yang bersumber dari APBN,” ujarnya.

 

Febby juga mengajak seluruh unsur lembaga adat di Luhak Nan Tuo untuk mengedepankan dialog bersama pemerintah daerah. Menurutnya, perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

 

“Kita perlu mampajaniah nan mulai karuah. Mari berdialog bersama pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang kita miliki,” katanya.

 

Ia menambahkan, pembangunan jalan tol di Sumatera Barat memiliki sejumlah manfaat strategis. Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, jalan tol juga diyakini mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperluas akses pasar bagi produk lokal.

 

Di sektor pariwisata, akses yang semakin mudah dinilai dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumatera Barat. Sementara dari sisi keselamatan, jalan tol diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan dengan memisahkan arus kendaraan logistik dan kendaraan pribadi.

 

Febby menilai pembangunan jalan tol juga dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah di Sumatera Barat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, ninik mamak, tokoh perantau, dan masyarakat menjadi faktor penting agar proyek tersebut dapat berjalan dengan baik demi kepentingan bersama. (Gilang)