Padang, PilarbangsaNews
Seorang perajin pasti tahu betul bahwa di era sekarang, produk yang “biasa-biasa saja” akan sulit bersaing. Sebab, kini konsumen tidak hanya mencari keindahan, tetapi juga cerita, keunikan, dan nilai moral di balik sebuah produk.
Buku Ortologi Ecoprint Minangkabau karya Dr. Yandri, M.Sn. adalah jawaban atas kebutuhan serupa itu. Buku ini bukanlah sebuah buku teori yang membosankan, tetapi sebuah panduan
praktis dan inspiratif bagi pelaku industri kreatif yang ingin naik kelas.
Keunggulan buku karangan Dr. Yandri ini adalah pendekatannya yang langsung pada inti permasalahan, yakni: bagaimana menciptakan produk ecoprint yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi dan identitas budaya yang kuat.
Melalui buku ini, Dr. Yandri mengajak kita untuk tidak puas dengan motif daun biasa. Beliau menunjukkan bagaimana kita bisa “menemukan kembali” kekayaan motif Minangkabau, seperti pucuak rabuang, siriah gadang, dan itiak pulang patang, dan mengadaptasinya ke dalam teknik ecoprint. Hal ini tentunya adalah sebuah lompatan kreatif yang akan membuat sebuah produk berbeda dari yang lain.
Bagi para pembaca, bagian paling berharga dari buku Dr Yandri terbitan Teraseni ini, adalah panduan teknisnya yang jelas, mulai dari:
1. Pemilihan Bahan Baku, dimana buku ini menyajikan daftar 17 tumbuhan lokal
yang telah teruji, berikut karakter warna dan jenis kain yang paling cocok untuk masing-masing tumbuhan. Tentunya, uraian ini adalah shortcut yang sangat menghemat waktu dan biaya percobaan.
2. Proses Pewarnaan yang Ilmiah, dimana Dr. Yandri menjelaskan peran penting mordan (tawas, tunjung, kalsium karbonat) dan menyajikan cara memilihnya untuk menghasilkan warna yang stabil dan tahan luntur. Ini adalah kunci untuk menghasilkan produk berkualitas yang tidak cepat pudar.
3. Kreativitas Tanpa Batas, dimana buku ini tidak hanya memberikan resep, tetapi juga mendorong inovasi. Dr. Yandri melalui buku ini menunjukkan cara menyederhanakan bentuk motif tradisional, agar pas dengan teknik cetak daun, dan cara mengkombinasikan berbagai jenis tumbuhan untuk menciptakan palet warna yang kaya.
Secara singkat, buku Ortologi Ecoprint Minangkabau ini juga sangat relevan dengan semangat kewirausahaan. Dr. Yandri tidak hanya fokus pada teknik, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi dari ecoprint. Ia menunjukkan bahwa ecoprint bisa menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif yang memberdayakan masyarakat, terutama perempuan, di Sumatera Barat.
Melalui program pelatihan yang didokumentasikan dalam buku ini, pembaca bisa melihat bagaimana ecoprint membuka lapangan kerja baru dan menciptakan produk-produk unggulan daerah.
Bagi seorang perajin, desainer, atau pemilik usaha kreatif yang ingin mengembangkan produk ecoprint dengan nilai tambah budaya dan daya saing pasar, buku ini sangat direkomendasikan untuk segera dimiliki.
Buku ini akan menjadi investasi kecil untuk pengetahuan yang akan mengubah cara berkarya. Buku ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal, kita bisa menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan dan bermakna. (gusfen)














