Web Hosting
Web Hosting

Berita

Unand Uji Mahasiswa Ilmu Komunikasi Dampingi UMKM Kembangkan Konten Digital

31
×

Unand Uji Mahasiswa Ilmu Komunikasi Dampingi UMKM Kembangkan Konten Digital

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) menjalani ujian praktik mata kuliah Produksi Konten Media Sosial dengan konsep berbeda. Dalam ujian yang digelar pada 26 Juni 2026 itu, mahasiswa diminta mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan strategi promosi melalui media sosial.

 

 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penilaian akademik, tetapi juga bertujuan membantu UMKM memperluas jangkauan pasar di era digital. Mahasiswa ditugaskan merancang, memproduksi, hingga mengevaluasi konten media sosial yang sesuai dengan kebutuhan mitra usaha.

 

Dosen pengampu mata kuliah, Robi Jaya Putra, S.Pd., M.I.Kom., mengatakan model ujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga evaluasi proyek komunikasi digital. Bersama Ilham Havifi, S.I.Kom., M.I.Kom., ia menerapkan sistem penilaian yang melibatkan langsung pemilik UMKM.

 

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu membuat konten yang baik secara teknis, tetapi juga dapat mempertanggungjawabkan setiap keputusan strategis yang mereka ambil. Ujian ini menjadi simulasi dunia kerja, di mana klien atau pemilik usaha berhak memberikan penilaian,” kata Robi, Selasa (30/6/2026).

 

Dalam pelaksanaannya, ujian terdiri atas tiga tahapan. Tahap pertama berupa wawancara antara dosen dan pemilik UMKM untuk memverifikasi proses pendampingan, memastikan keaslian karya, serta menilai manfaat yang dirasakan mitra usaha.

 

Menurut Ilham Havifi, kehadiran pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. “Kehadiran owner UMKM bukan sekadar formalitas. Mereka merasakan langsung dampak dari konten yang dibuat mahasiswa. Penilaian mereka sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

 

Tahap berikutnya adalah presentasi kelompok selama maksimal 10 menit. Mahasiswa memaparkan permasalahan yang dihadapi UMKM, strategi produksi konten, analisis audiens, proses pelaksanaan, hingga evaluasi dan rekomendasi pengembangan konten ke depan.

 

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti sesi tanya jawab bersama dosen. Pada tahap ini, peserta diuji terkait strategi branding, proses kreatif, tantangan di lapangan, serta solusi yang diterapkan selama mendampingi UMKM.

 

“Kami ingin melihat sejauh mana mahasiswa mampu berpikir kritis dan adaptif ketika menghadapi persoalan di lapangan,” tambah Robi.

 

Sebagai syarat kelulusan, setiap kelompok wajib menghasilkan dua luaran. Pertama, produk konten media sosial berupa video promosi, foto produk, reels, poster digital, maupun materi copywriting yang siap dipublikasikan di platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.

 

Kedua, mahasiswa menyusun booklet proyek yang memuat profil UMKM, dokumentasi kegiatan, strategi komunikasi, hingga hasil evaluasi pendampingan. Dokumen tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha sebagai panduan mengelola media sosial secara mandiri.

 

Melalui model pembelajaran berbasis praktik tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand diharapkan tidak hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia. (Gilang)