Web Hosting
Web Hosting
Berita

2.000 Pelari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang dalam Jam Gadang Fun Run 2026

39
×

2.000 Pelari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang dalam Jam Gadang Fun Run 2026

Sebarkan artikel ini

Bukittinggi, PilarbangsaNews

Membludak! Sejak start hingga finish, sekitar 2.000 pelari dari berbagai komunitas memadati kawasan pusat Kota Bukittinggi pada International Jam Gadang Fun Run 2026, Minggu (7/6/2026).

 

 

Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta telah memenuhi garis start di depan Istana Bung Hatta dengan latar belakang ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Jam Gadang.

 

Ajang yang menjadi bagian dari perayaan 100 Tahun Jam Gadang itu berlangsung meriah. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk ikut berlari mengelilingi kota wisata yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah perjuangan bangsa tersebut.

 

“Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang, kolaborasi IKA UNAND dan Pemko Bukittinggi didukung oleh berbagai kementerian dan InJourney. Jam Gadang Fun Run 2026 ini sebagai wujud kebanggaan bahwa Bukittinggi ini adalah kota bersejarah dan legendaris pariwisata Sumbar, bahkan Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, usai pelepasan peserta oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

 

Peserta International Jam Gadang Fun Run 2026 di garis start

 

Menurut Imelda, peringatan satu abad Jam Gadang menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bukittinggi kepada generasi muda serta masyarakat dunia.

 

Jam Gadang sendiri memiliki sejarah panjang yang melekat dengan perjalanan Kota Bukittinggi. Menara jam ikonik itu mulai dibangun pada 1926 dan selesai pada 1927. Peresmiannya dilakukan pada 25 Juli 1927 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

 

“Menara jam ikonik ini dibangun pada masa Hindia Belanda sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris (controleur) Fort de Kock, yang saat itu merupakan nama lama wilayah Bukittinggi,” ujar Ramlan Nurmatias mengutip berbagai sumber literasi sejarah Jam Gadang.

 

Dengan tinggi sekitar 26 meter, Jam Gadang menjadi salah satu bangunan paling dikenal di Sumatera Barat. Mesin jamnya dibuat oleh perusahaan Vorthmann di Recklinghausen, Jerman, dan hingga kini masih berfungsi dengan baik.

 

Jam Gadang Fun Run 2026

 

Salah satu keunikan Jam Gadang terletak pada penulisan angka empat yang menggunakan simbol Romawi “IIII”, bukan “IV” sebagaimana lazim digunakan pada kebanyakan menara jam di dunia.

 

Selain itu, bentuk atap Jam Gadang juga mengalami beberapa perubahan seiring perjalanan sejarah Indonesia. Pada masa Belanda, atapnya bergaya Eropa. Saat pendudukan Jepang, bentuk atap diubah mengikuti arsitektur Jepang. Setelah Indonesia merdeka, atap tersebut diganti menjadi bergaya gonjong Rumah Gadang Minangkabau yang menjadi ciri khasnya hingga sekarang.

 

Di kota yang pernah menjadi ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebelum berpindah ke Padang itu, Jam Gadang terus menjadi magnet wisata utama.

 

“Kota ini kota bersejarah, kota yang pernah menjadi ibu kota RI masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia, ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Sumatera Barat sebelum pindah ke Kota Padang. Kota ini kini menjadi kota pedestrian dan kota solusi, bukan kota yang mendatangkan masalah bagi warganya,” ujar Ramlan.

 

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang juga mendapat perhatian sejumlah tamu internasional. Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, turut hadir dan menyaksikan kemeriahan kegiatan dari kawasan Jam Gadang. “Pak Dubes berulang kali sebut Bukittinggi nice, very nice,” kata Ramlan.

 

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengaku bangga karena kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan kegiatan internasional dalam waktu persiapan yang relatif singkat.

 

“Kerja kolaborasi alumni UNAND dalam waktu 1,5 bulan bisa menggelar International Jam Gadang Fun Run 2026. Pagi sebelum matahari sehat di langit Jam Gadang, kita lepas 2.000 pelari, juga meriah simbol persahabatan dan relasi, friendship relation,” ujarnya.

 

Denny juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan pembangunan bangsa. “Our next generation, ayo semangat untuk Indonesia Maju 2045,” tutupnya. (Gilang)