Padang, PilarbangsaNews
Dalam rangka satu dekade Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Chapter 8, rombongan KICI Kota Padang berkunjung ke Galeri Permata Hati Grup Minggu (17/5/2026). Selain Kota Padang, hadir juga hadir DPW KICI Sumbar dan Kota Pariaman.
Ketua KICI Padang Woro Muharlion menjelaskan, kedatangan rombongan ke Galeri Permata Hati pada dasarnya adalah untuk mempererat silaturrahmi. Namun bukan tak mungkin mereka juga ikut bertukar pikiran sambil mencapai kesepakatan.
“Namun kunjungan kami ini juga sangat memungkinkan untuk kita bekerja sama, terutama karena Permata Hati Grup memiliki kelebihan dalam hal produksi deta dan tingkuluak yang sangat memikat,” ujar Woro Muharlion.
Ketua DPW KICI Sumbar Yuhilda Darwis menambahkan, KICI merupakan organisasi wanita yang lebih banyak bergerak di bidang sosial dan budaya. Karena itu ia menyambut baik kunjungan DPD KICI Kota Padang ke Galeri Permata Hati Grup.
“Sesuai moto kami, cerdas itu perlu dan lebih baik lagi kami mencerdaskan ibu-ibu Indonesia, kami memang mendukung kunjungan ke Permata Hati Grup ini. Apalagi Buk Wel selaku owner Permata Grup sudah mengajarkan cara membuat deta dan tingkuluak kepada para wanita di 13 kelurahan di Koto Tangah. Selain itu Buk Wel juga sudah mengajar di Rawang Mata Air dan di Banuaran,” ujarnya.
Sementara Ketua DPD KICI Pariaman Desmawati justru bertanya tentang pembuatan tingkuluak Permata Hati yang simpel dan praktis dan sudah mendunia. Ia bertanya soal kepraktisan pada tingkuluak Permata Hati.
Owner Permata Hati Welly Nofi Sastera menjelaskan, deta dan tingkuluak yang dihasilkannya murni karya kreasinya. Namun untuk hal-hal yang bersifat adat, ia tetap mendukung bentuk yang seharusnya.
“Seperti misalnya dalam tiga hari lagi kami akan kedatangan istri pejabat. Ia minta tingkuluak tanduak. Ya, kami buatkan, meski sisi kreasi tetap tak kami lupakan. Intinya, adat bagi kami adalah yang utama, namun kreasi merupakan anugrah,” ujar Welly Nofi Sastera.
Korlap kunjungan DPD KICI Padang Elly Trhisyanti mengaku ia merupakan model awal dari tingkuluak Permata Hati. Karena itu ia mengaku tak heran dengan karya-karya dan kreasi Permata Hati.
“Meskipun Dapil saya waktu mencaleg dulu adalah Lubuk Begalung, namun sering saya katakan Buk Welly adalah binaan saya. Karena hubungan kami yang sudah sangat dekat,” ujarnya.
Kunjungan KICI Plus yang berlangsung menjelang Maghrib itu diakhiri dengan foto bersama. (Gilang)













