Padang, PilarbangsaNews
Guna membantu lansia mencapai kondisi husnul khotimah (akhir yang baik) dengan bimbingan dari para ustadz dan dukungan komunitas sebaya, Masjid Ar-Raudhah, Kampung Lapai Nanggalo melaksanakan Pesantren Lansia.
“Alhamdulillah, pada Bulan Ramadhan tahun ini, pendidikan non-formal yang dirancang khusus sebagai tempat bagi orang tua (lanjut usia) untuk memperdalam ilmu agama, meningkatkan kualitas ibadah, dan meraih ketenangan spiritual di masa senja, juga kami laksanakan,” ujar Ketua Masjid Drs H. Firdaus Ilyas, MM kepada wartawan media ini, Senin (23/2/2026).
Disampaikannya, pembukaannya Pesantren Lansia di Masjid Ar-Raudhah seiring dengan dibukanya Pesantren Ramadhan SMP-SD. Pada Senin pagi, 23 Februari 2026, Masjid Ar-Raudhah yang merupakan masjid kebangaan masyarakat Lapai ini selain melaunching Pesantren Ramadhan juga membuka secara resmi Pesantren Lansia.
Pada kesempatan itu, Firdaus Ilyas
mengharapkan materi pelajaran di Pesantren Lansia lebih banyak materi diskusi, mengupas isi Al Qur’an bersama ustad/ustazah pendamping.
“Aktivitas pengajaran dan pembelajaran terstruktur untuk mentransfer ilmu pengetahuan atau tadris hal yang baru bagi manajamen Masjid Ar-Raudhah,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Majelis Ta’lim/ BKMT Kel Lapai, Nurisma mengatakan
materi program Pesantren Lansia menyesuaikan kondisi fisik dan psikologis lansia tentu berbeda dengan Pesantren Ramadhan bagi pelajar.
“Di Masjid Ar-Raudhah Pesantren Lansianya memiliki program unggulan belajar Al-Qur’an dengan metode mudah bagi lansia,” ujar Nurisma didampingi Husni dan Mirna, pengurus Majelis Ta’lim/ BKMT Kelurahan Lapai, serta Nova Devista mewakili Pemko Padang.
Ditambahkannya, sejak berdirinya Masjid Ar Raudhah pada tahun 2008 lalu, Pesantren Ramadhan terus dilaksanakan setiap tahunnya, sebagaimana yang diprogramkan Pemko Padang.
“Baru pada tahun ini Pesantren Ramadhan Lansia bisa dilaksanakan. Hal itu terwujud karena kerjasama BKMT, Pengurus Masjid dan Panpel Pesantren Masjid Ar Raudhah. Kami para lansia perlu banyak belajar agama kembali disaat umur kami sudah diatas 60 tahun. Mudah-mudahan sebelum ajal datang menjelang, kami siap dengan iman yang kuat,” pungkasnya. (Gilang)










