Pekanbaru, PilarbangsaNews
Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho S.E., M.Si., bersama Ketua TP PKK kota Pekanbaru, Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Hj Sulastri Agung Nugroho S.E., M.H. menghadiri Pentas Seni di Taman Kanak-kanak (TK) Biruni pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan kegiatan ini Pentas Seni ini sangat positif yang juga merupakan wadah untuk membangun keberanian, kreativitas, serta kepercayaan diri bagi anak-anak.
“Tentunya ini upaya yang sangat mulia dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia di kota Pekanbaru. Ini sejalan dengan harapan kita bersama, bahwa pendidikan usia dini tidak hanya mendidik anak pintar secara akademik, tetapi beriman, bertakwa, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujar Wali Kota Pekanbaru.
Sementara itu, Kepala TK Biruni, Dwi Haryanti, S.Pd., mengatakan kegiatan pentas seni ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
“TK Biruni adalah sekolah terbuka dengan konsep bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Semua kegiatan dirancang agar anak-anak merasa gembira, tetapi tetap mendapatkan nilai-nilai pendidikan, terutama nilai keimanan dan ketakwaan,” ujar Dwi.
Mengusung tema “Maju Bersama, Beriman dan Bertakwa”, kegiatan tersebut menampilkan beragam kreativitas siswa. Selain tari dan pantun, anak-anak juga memimpin doa bersama serta menunjukkan kemampuan mengaji. Tema ini, menurut Dwi, sejalan dengan visi sekolah untuk membentuk karakter anak sejak usia dini.
Gagasan besar pengembangan sekolah ini, lanjutnya, tak lepas dari peran Ketua Yayasan, Agustina, S.Pd. Berbekal pengalaman sebagai pendidik, Agustina memiliki cita-cita membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak.
“Kami ingin anak-anak dididik bukan hanya untuk kebutuhan dunia, tetapi juga akhirat. Harapannya, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” kata Dwi.
TK Biruni mulai aktif menerima siswa pada semester kedua tahun ajaran pertamanya dengan jumlah 48 anak. Seiring waktu, sekolah ini terus berkembang. Penambahan tenaga pengajar dan pengayaan ide-ide pembelajaran menjadi kunci tumbuhnya lembaga tersebut hingga seperti sekarang.
Salah satu ciri khas TK Biruni adalah konsep sekolah alam. Pembelajaran tidak terpaku pada ruang kelas. Anak-anak diajak belajar langsung dari lingkungan sekitar, sesuai tema yang sedang dipelajari.
“Kalau temanya rekreasi atau kebun binatang, kami tidak hanya bercerita di kelas. Kami mencari kebun binatang terdekat dan mengajak anak-anak berkunjung. Jadi mereka belajar dari pengalaman langsung,” tutup Dwi. (Mirza)













